Pemkab Nganjuk Bentuk Tim Covid Hunter Agar Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan

| More
17 September 2020
43_a.jpg
Radio ANDIKA - Pemkab Nganjuk membentuk Tim Pemburu Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 atau Covid Hunter. Pembentukan tim dari unsur gabungan adalah upaya mendukung penegakan hukum dan pendisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan protokol kesehatan. 
 
On Air di Radio ANDIKA, Wakil Bupati Nganjuk Dr., Drs., H. MARHAEN JUMADI, SE., SH., MM., M.BA.,  mengatakan, tim gabungan terdiri dari anggota Polri, TNI, Satpol PP, Dinkes dan Dishub. Tim Pemburu Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 dilaunching semalam dan langsung beroperasi di seluruh wilayah Nganjuk hari ini.
 
MARHAEN JUMADI mengatakan, tujuan dari dibentuknya Tim Pemburu Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 ini agar masyarakat benar-benar melaksanakan dan lebih disiplin dalam mematuhi aturan protokol kesehatan. Selain itu agar penyebaran Covid-19 di Nganjuk bisa dikendalikan dan diantisipasi. Apalagi klaster baru terus bermunculan.
Wakil Bupati Nganjuk menambahkan, kasus Covid-19 di Nganjuk terus naik. Data per 16 Agustus 2020, kasus positif Covid-19 mencapai 387. Pasien yang sembuh 268 orang, sedangkan yang meninggal 44 orang. Saat ini penambahan kasus terbanyak berasal dari klaster keluarga.
 
MARHAEN mengatakan, pembentukan Covid Hunter ini berdasarkan payung hukum Perda No 2 Tahun 2020 yang berlaku di seluruh Jatim. Tim akan bergerak mulai dari tingkat Kabupaten hingga Desa mendukung Operasi Yustisi dengan operasi bergerak. Sanksi yang akan diberlakukan kepada para pelanggar sangat bervariasi, tergantung tingkat kesalahan. Mulai dari sanksi administrasi hingga pidana ringan 3 bulan penjara. MARHAEN meminta masyarakat tidak perlu takut terhadap Operasi Yustisi maupun Covid Hunter. Selain melakukan penegakan Perda, tim akan terus mensosialisasikan protokol kesehatan.(eva/rom)