Pemerintah Minta Pemda Siapkan Pendirian Pusat Karantina bagi OTG

| More
17 September 2020
18321.jpg
Radio ANDIKA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, LUHUT BINSAR PANJAITAN, yang secara resmi telah ditunjuk oleh presiden JOKO WIDODO untuk mengawal ketat penanganan Covid-19 di 9 provinsi, meminta pemerintah daerah menyiapkan rencana pendirian pusat karantina bagi pasien Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala atau OTG. 
 
Saat On Air, Jurnalis Radio ANDIKA di Jakarata, SAMSUL HADI mengatakan, LUHUT menyebut karantina secara terkoordinir bagi OTG untuk menghindari dilakukannya karantina mandiri di rumah, yang justru berpotensi menjadi titik penyebaran virus dan munculnya klaster keluarga. 
 
Kesembilan provinsi yang menjadi  cakupan tugas pengawalan ketat oleh LUHUT adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua. Kesembilan tersebut menjadi penyumbang terbesar penambahan kasus Covid-19 di Indonesia,  dengan prosentase mencapai 75% dari total kasus yang muncul. 
 
Sementara itu untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu sore kemarin secara resmi meluncurkan tim pemburu pelanggar protokol kesehatan. Tak tanggung-tanggung, tim ini dibentuk dengan beranggotakan 178 personel gabungan Polri, TNI, Satpol PP, dan relawan masyarakat. 
 
Gubernur Jawa Timur, KHOFIFAH INDAR PARAWANSA menyebut tim ini akan fokus mengejar pelanggar protokol kesehatan di area publik, mulai dari jalanan hingga titik-titik kerumunan massa yang muncul di masa pandemi ini. Diluncurkannya tim ini menurut KHOFIFAH merupakan tahapan lanjutan untuk penegakan disiplin, setelah selama ini upaya persuasif berupa sosialisasi dan teguran lisan telah dilakukan. Bagi pelanggar yang tertangkap akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang tertuang di Perda Pemerintah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020. (shk/nis)