IDI Kabupaten Kediri Berharap Ada Komite Perlindungan Tenaga Medis

| More
16 September 2020
khotib1.jpg
Radio ANDIKA -  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kediri berharap pemerintah membentuk Komite Perlindungan Tenaga Medis. Tujuannya, untuk mencegah terus bertambahnya jumlah dokter di tanah air yang gugur akibat Covid-19. Hingga hari ini setidaknya ada 115 dokter, berdasar data dari IDI Pusat.
 
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kediri, dr. AHMAD KHOTIB ketika On Air di Radio ANDIKA mengatakan, pemerintah harus memberikan perlindungan kepada tenaga medis ketika menjalankan tugasnya. Selama ini, fokus pemerintah hanya kepada penanganan pasien yang terpapar Covid-19 saja. Sementara perlindungan tenaga medis diserahkan kepada rumah sakit atau fasilitas kesehatan tempat tenaga kesehatan bertugas.
 
Melalui Komite Perlindungan Tenaga Medis, pemerintah bisa membuat kebijakan yang bertujuan melindungi tenaga medis. Seperti mencari penyebab gugurnya tenaga medis, mengecek fasilitas pelindung diri, hingga audit sistem rumah sakit yang kurang melindungi tenaga kesehatan. Komite ini kedepannya harus terintegrasi dengan semua stakeholder di bidang kesehatan.
 
Dengan adanya komite tersebut, dr. AHMAD KHOTIB berharap tidak ada lagi tenaga medis yang menjadi korban Covid-19. Apabila hal ini masih terus berlanjut, maka pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak akan tertangani dengan baik. (had/aut)