Dampingi Belajar Daring, Orang Tua Harus Jaga Stabilitas Emosi

| More
16 September 2020
1827.jpg
Radio ANDIKA - Selama mendampingi anak-anak yang masih belajar secara daring, kestabilan emosi orang tua sangat diperlukan. Hal tersebut disampaikan seorang Psikolog di Kota Kediri, VIVI ROSDIANA saat On Air di Radio ANDIKA menanggapi kasus ibu yang membunuh anaknya sendiri karena tidak menurut saat belajar daring , di Tangerang, Banten. 
 
VIVI ROSDIANA menjelaskan jika dilihat dari kasusnya, secara psikologi seorang ibu yang menjadi pelaku pembunuhan anaknya tersebut belum tentu bisa dikategorikan mengalami gangguan jiwa. Karena diketahui, pelaku masih memiliki rasa takut ketika perbuatannya diketahui orang lain dan akhirnya memilih untuk memakamkan anaknya secara diam-diam bersama suaminya. Menurut VIVI, jika sesorang mengalami gangguan jiwa, tidak akan ada rasa takut atau cemas ketika perilaku menyimpangnya diketahui banyak orang. 
 
VIVI ROSDIANA menambahkan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi psikis saudara kembar korban. Karena pada saat kejadian, saudara kembarnya menyaksikan secara langsung tragedi pembunuhan tersebut. Penanganan kejiwaannya harus segera dilakukan, sebelum nantinya timbul trauma yang berkepanjangan. 
 
Menurut VIVI, meskipun dalam kondisi tertekan, harusnya orang tua bisa mengontrol emosi kepada anak. Jika ada ketidaknyamanan secara psikis, harus segera dilakukan penanganan awal seperti sharing dengan kerabat dekat, sebelum ketidaknyamanan psikis tersebut nantinya menimbulkan perilaku yang menyimpang. 
 
Sebelumnya, Seorang ibu di Tangerang, Banten, tega membunuh anak kandungnya sendiri. Korban dipukul dengan gagang sapu hingga meninggal dunia. Korban bernama KEYSA SAFIAYAH, usia 8 tahun, yang saat itu sedang belajar daring dengan saudara kembarnya. (nis/atc)