Masyarakat Tidak Patuh Protokol Kesehatan, Pemkab Kediri Kaji Pemberian Sanksi

| More
03 August 2020
9331.jpg
Radio ANDIKA - Pemerintah Kabupaten Kediri sedang mengkaji ulang terkait kebijakan pemberian sanksi pelanggar protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19. Dari pengamatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kediri, masyarakat mulai longgar dan tidak patuh terhadap protokol kesehatan. 

dr. AHMAD KHOTIB, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, kebijakan ini akan diterapkan karena peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kediri yang terjadi hampir setiap hari. Peningkatan darenakan sudah banyak masyarakat yang melakukan aktivitas diluar rumah, tetapi banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Nantinya, kebijakan patuh terhadap protokol kesehatan akan disosialisasikan langsung oleh Bupati Kediri. Jika ditemukan ada pelanggaran, maka akan diberikan sanksi. 

Sementara itu, data terakhir pada 3 Agustus 2020, pasien positif Covid-19 bertambah 14 orang. Keempat belas orang ini meliputi, 1 orang warga Desa Muneng Kecamatan Purwoasri, 1 orang warga Desa Pelem Kecamatan Pare, 1 orang warga Desa Gedangsewu Kecamatan Pare, 1 orang warga Desa Bulupasar Kecamatan Pagu, 2 orang warga Desa Woromarto Kecamatan Purwoasri, 1 orang warga Desa Tertek Kecamatan Pare, 1 orang warga Desa Gadungan Kecamatan Puncu, 1 orang warga Desa Banjaranyar Kecamatan Kras, 1 orang warga Desa Dawuhan Kec amatan Papar, 2 orang warga Desa Janti Kecamatan Wates, 1 orang warga Desa Langeanharjo Kecamatan Plemahan, 1 orang warga Desa Gadungan Kecamatan Puncu. (vin/eko)