BPBD Klarifikasi, Masuk Trenggalek Tidak Wajib Bawa Hasil Rapid Test

| More
04 July 2020
986.jpg
Radio ANDIKA - Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, DJOKO RUSIANTO mengklarifikasi kabar diwajibkannya warga mengantongi surat keterangan hasil rapid test sebagai syarat masuk ke wilayah Trenggalek.  Dia mengatakan, kabar itu kurang tepat. Karena setiap pendatang yang masuk ke Kabupaten Trenggalek tidak diharuskan membawa surat rapid test atau swab test.  
 
Melalui On Air di Radio ANDIKA, DJOKO RUSIANTO menjelaskan pihaknya memang sempat mewacanakan hal itu saat rapat bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek, beberapa waktu lalu. Rapat membahas persiapan menjelang penerapan new normal. Rapat tersebut awalnya menyepakati wacana keharusan membawa hasil rapid test bagi warga yang akan masuk ke Trenggalek. Namun saat disosialisasikan, terjadi banyak penolakan dari masyarakat. Sehingga kebijakan itu urung diterapkan.
 
Meski demikian, DJOKO RUSIANTO mengatakan, surat hasil rapid test atau swab test memang bukan persyaratan wajib, tetapi lebih baik jika tetap membawa hasil rapid test/swab test, terutama bagi masyarakat yang berasal dari zona merah. Hal itu sebagai antisipasi masuknya pendatang dari luar daerah yang berpotensi menambah persebaran Covid-19 di Trenggalek. Apabila masyarakat yang akan masuk ke Kabupaten Trenggalek tidak membawa surat hasil rapid test atau swab test, nantinya akan tetap dilakukan rapid test di titik check point. Jika hasilnya reaktif, akan langsung dibawa ke kantor BKD Trenggalek untuk dikarantina. 
 
Sampai saat ini, masih ada tiga titik check point di wilayah Trenggalek. Yaitu di jalur nasional Tulungagung-Trenggalek, tepatnya di Terminal Durenan, kemudian jalur nasional Ponorogo-Trenggalek, tepatnya di Tugu, serta jalur nasional Pacitan-Trenggalek di perbatasan Kecamatan Panggul. (nis/adr)