Sebelas Meninggal, 1.146 Terinfeksi Akibat Virus Corona di Korea Selatan.

| More
26 February 2020
578.jpg
Radio ANDIKA - Korea Selatan menjadi negara dengan kenaikan positif virus corona terbanyak setelah China. Korea Selatan sudah meningkatkan level waspada menjadi Red Alert.  DPR RI juga mengajukan wacana pada pemerintah untuk segera mengevakuasi Warga Negara Indonesia di Daegu, Korea Selatan. Bu RIMA LEE, pendengar Radio ANDIKA dari Korea Selatan saat ON AIR di Dermaga Raya Radio ANDIKA mengatakan, sampai saat ini kondisi di Korea Selatan masih kondusif. Pemerintah setempat mewajibkan seluruh warganya memakai masker ketika bepergian. Aktifitas masyarakat juga berjalan seperti biasa. Sejauh ini kondisi kesehatan ratusan WNI di Korea Selatan sehat. Tidak ada satupun WNI yang terjangkit virus  corona.

Merebaknya virus corona yang berawal dari Wuhan, China sebenarnya tidak begitu berpengaruh di Korea Selatan. Namun beberapa waktu lalu ada seorang nenek warga Korsel uang berusia lebih dari 60 tahun yang terinfeksi virus corona. Nenek ini adalah anggota jemaat 
Gereja Shincheonji Yesus, entitas yang sering dituduh sebagai aliran sesat. Meski sakit, nenek tersebut sama sekali tidak mau diperiksa. Nenek itu tetap beraktifitas seperti biasa, mengunjungi pasar, perbankan, pertokoan dan berjalan-jalan di luar rumah. Akhirnya banyak jemaat aliran sama yang tertular virus corona. Sejak itu pertumbuhan virus ini di Korea Selatan meningkat tajam. Bahkan pemerintah Korea Selatan membuat peraturan, setiap warga sakit yang tidak mau diperiksa dikenakan denda sebesar 3 juta won.

Beberapa tempat dan jalan yang dilewati nenek tadi oleh pemerintah saat ini sudah ditutup sementara. Beberapa lokasi yang pernah dikunjungi nenek tersebut juga ditutup seperti pasar tradisional Bupyeong, Incheon. Penutupan dlakukan mulai kemarin sampai  waktu yang belum ditentukan. Mengutip data yang dirilis pemerintah Korea Selatan melalui media, menurut Bu RIEMA, hingga kini ada 1.146 pasien positif terinfeksi virus, 8 ribu orang lebih hasil pemeriksaanya belum keluar dan 11 orang meninggal dunia. (ikj/rom/aut)