Kebakaran Gunung Arjuno Mulai Terkendal

| More
14 October 2019
00612.jpg
MALANG  - Kebakaran Gunung Arjuno di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, saat ini sudah mulai bisa dikendalikan, demikian keterangan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Ahmad Wahyudi mengatakan bahwa, saat ini memang kondisi kebakaran sudah mulai terkendali, namun, pihaknya masih tetap melakukan pemantauan pada beberapa titik yang masih mengepulkan asap.

"Untuk sementara ini, kebakaran sudah bisa dikendalikan. Saat ini sedang pemantauan di beberapa titik yang masih ada asap," kata Wahyudi, saat dikonfirmasi ANTARA dari Kota Malang, Jawa Timur, Senin.

Kebakaran Gunung Arjuno, tepatnya di lerengnya yang berada di Blok Curah Sriti dan Blok Pusung Lembu, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, terjadi sejak Kamis (10/10).

Dari titik tersebut, dikarenakan angin berhembus sangat kencang, membuat kebakaran melebar ke Blok Candi Teleh, Desa Klampok, Kacamatan Singosari, dan Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Selain kebakaran Gunung Arjuno, kebakaran juga terjadi pada lereng Gunung Welirang Blok Sawahan Gunung Ringgit, Desa Ledug, dan Blok Gumandar, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Sementara di Pegunungan Anjasmoro, kebakaran terjadi di wilayah Desa Gumeng, Ngembat, Begaganlimo, Kecamatan Gondang, dan Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Dalam upaya untuk memadamkan api yang berkobar di lereng Gunung Arjuno tersebut, UPT Tahura Raden Soerjo telah mendapatkan bantuan dari Kepolisian Resort Malang, Komando Distrik Militer (Kodim) Malang, Perhutani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, dan para relawan.

"Kemarin sudah diterjunkan kurang lebih 200 personel pemadam gabungan," kata Wahyudi.

Kebakaran Gunung Arjuno tersebut mengancam kelestarian ekosistem hutan pegunungan dengan keanekaragaman hayati. Apabila kerusakan berlanjut, dan musim hujan datang, maka ada potensi terjadinya banjir dan longsor.

Selama musim kemarau 2019, setidaknya ada sepuluh kali kejadian kebakaran. Pada Agustus 2019, kebakaran di lereng Gunung Arjuno harus dipadamkan melalui operasi pemadaman api dari udara menggunakan helikopter water bombing. (ant-art)