Komunitas Vape Kediri : Kandungan Kimia Dalam Vape di Indonesia dan Amerika Berbeda

| More
18 September 2019
3314.jpg
 
Radio ANDIKA - Menjawab statement dari Komisi Nasional Pengendalian Tembakau yang menilai sebaiknya pemerintah melarang rokok elektronik atau yang lebih dikenal sebagai vape beredar dan dikonsumsi masyarakat Indonesia sebelum jatuh korban jiwa, komunitas Vape Kediri angkat bicara. HANS MANUNGGAL JAYA, selaku perwakilan Vapers Kediri bersatu mengatakan, menanggapi statement dari Komisi Nasional Pengendalian Tembakau mengatakan, pernyataan dari Nina Samidi, Manajer Komunikasi Komnas Pengendalian Tembakau, dimungkinkan tidak ada hubungan antara kasus Penyakit Paru di Amerika Serikat dengan penggunaan Vape di Indonesia, dimana bahan kimia yang terkandung didalamnya berbeda dengan apa yang ditemukan pada kasus di Amerika Serikat.

Mengenai rokok elektrik JUUL yang disebutkan NINA SAMIDI sebagai berbahaya, pihak FDA (Food and Drugs Administration, Administradi Makanan dan Obat-obatan) di Amerika Serikat sudah mengirimkan Surat Peringatan kepada JUUL Labs, yang diduga sebagai penyebab Penyakit yang menyebar tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Manajer komunikasi Komnas Pengendalian Tembakau NINA SAMIDI  menekankan walau belum terbukti kuat bahwa vape berbahaya, namun dengan ada korban hingga meninggal dunia di Amerika Serikat atas dugaan terkait penggunaan vape, Indonesia jangan mengambil risiko hingga menunggu korban jatuh terlebih dulu.(atc/ssi)