Gubernur Jatim Lantik Bupati Tulungagung MARYOTO BIROWO

| More
13 August 2019
007.jpg
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur KHOFIFAH INDAR PARAWANSA melantik Bupati Tulungagung sisa masa jabatan 2008-2023, MARYOTO BIROWO, di Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Selasa 13 Agustus 2019 sore.

Proses penggantian Bupati Tulungagung ini merupakan dampak dari kasus skandal korupsi yang menjerat Bupati SYAHRI MULYO yang oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) ditetapkan sebagai tersangka saat masa kampanye Pilkada 2018. Meski menjadi tahanan KPK, pasangan SYAHRI MULYO-MARYOTO BIROWO memenangi kontestasi pilkada setempat, kemudian dilantik di kantor Kemendagri pada Selasa (25/9) oleh Gubernur Jawa Timur saat itu, SOEKARWO.

Namun, jabatan kepala daerah langsung dinonaktifkan lantaran yang bersangkutan berstatus sebagai tahanan KPK. Oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya, SYAHRI MULYO divonis 10 tahun penjara dan denda Rp700 juta, serta hak politiknya dicabut dalam kurun waktu lima tahun. Gubernur KHOFIFAH meminta bupati yang baru selalu berhati-hati untuk bisa menjaga pengelolaan keuangan dengan transparan dan akuntabel, sebab itu menjadi bagian penting dalam memaksimalkan penggunaan APBD demi pelayanan serta kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Bupati MARYOTO BIROWO berkomitmen akan mengoptimalkan segala program dan menindaklanjutinya, lalu meningkatkan personal dan sumber daya manusia untuk digerakkan bekerja menjadi lebih baik. Selain pelantikan terhadap bupati, di tempat sama juga dilakukan pengambilan sumpah Ketua PKK sekaligus Ketua Dekranasda Tulungagung sisa masa bakti 2018-2023, SIYUK BIROWO, oleh Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Jatim ARUMI BACHSIN. (ant-art)