BPBD: Kekeringan Di Pacitan Meluas

| More
11 July 2019
OK191.jpg
PACITAN - Kekeringan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur meluas dari sebelumnya 45 desa menjadi 49 desa tersebar di delapan kecamatan, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pacitan DIDIK ALIH WIBOWO.

Desa-desa itu, katanya, mayoritas mengalami kering kritism sedangkan beberapa yang lain kategori kering langka. Desa yang dikategorikan kering kritis artinya tidak memiliki ketersediaan air bersih sama sekali, sedangkan kering langka pada dasarnya masih memiliki sumber air, namun dalam jumlah terbatas dan hanya bisa memenuhi kebutuhan air dalam jangka waktu tidak lama.

Sebanyak delapan kecamatan yang mayoritas daerahnya masuk zona merah kekeringan tersebut adalah Donorojo, Pringkuku, Bandar, sebagian Kecamatan Pacitan (pinggiran), Kebonagung, Tulakan, Ngadirojo, dan Sudimoro. Bantuan air bersih tidak hanya dilakukan tim BPBD, karena ada unit/lembaga lain yang saat ini aktif menyalurkan bantuan serupa untuk didistribusikan ke daerah-daerah kering kritis.

Ia mencontohkan di Kecamatan Bandar terhitung mulai Rabu 10 Juli 2019 satu mobil truk tangki bantuan dari mitra relawan, serta TNI diarahkan BPBD untuk penyaluran selama tiga hari berturut ke depan. Di daerah-daerah sulit dijangkau program penyaluran air bersih diberlakukan secara bersamaan namun terfokus, sedangkan pengiriman reguler di daerah-daerah dataran yang selama ini memang menjadi fokus bantuan BPBD, setiap hari.

Menurut Didik, potensi kekeringan tahun ini lebih parah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2018, BPBD Pacitan mencatat kekeringan di 25 desa, namun tahun ini jumlahnya membengkak menjadi 45 desa sebagai dampak kemarau yang lebih awal datang. Selama masa siaga, BPBD setempat mengalokasikan dana penanggulangan dalam bentuk penyaluran air bersih hingga 240 kali (truk tangki).  (antara-art)