Begini Kondisi Ponpes Di Kasembon Malang Tempat Warga Ponorogo Mondok

| More
14 March 2019
suasana-di-ponpes-miftahul-falahi-mbutadin-kasembon-malang.jpg

 Para santri yang awalnya melakukan aktivitas seperti biasa, mendadak mengalihkan pandangannya ke arah awak media saat datang di Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadin, Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Kamis (14/3). Kegiatan para santri ini tidak jauh berbeda dari aktivitas orang pada umumnya.

Mereka ada yang mengobrol santai, ada yang bermain, ada juga yang mempersiapkan perlengkapan memasak. Ponpes ini menjadi ramai di media dan di kalangan masyarakat. Karena banyak warga baru dari luar daerah yang berbondong bondong ke sini untuk tinggal.

Seperti yang dikatakan Gianti warga Ponorogo yang baru berada di pondok sekitar lima hari lalu. Ia pergi ke pndok bersama ibu dan anaknya. Gianti mengaku ke pondok karena keinginan sendiri.
 

"Saya ke sini tau dari saudara, teman. Ya kami ingin mondok ke sini mbak, ingin belajar agama," kata dia didampingi ibu dan anaknya.

Ditanya saat berapa lama ia akan belajar di pondok, ia mengaku sampai bulan ramadhan selesai. Gianti juga harus menjual sepeda motornya untuk modal dia hidup di pondok.

"Karena bawa makanan sendiri mbak, buat hidup di sini. Kalau ada isu huru hara itu sudah lama saya juga tahu. Tapi memang saya ke sini untuk mondok," imbuhnya.

Ia dan keluarganya tetap akan berada di pondok sampai habis bulan ramadhan, meskipun jika suatu saat nanti akan dijemput oleh pemerintah Ponorogo.

Lain halnya yang diakui dari salah satu santri yang sudah tujuh tahun berada di pondok. Heri Siswadi asal Kecamatan Ngantang mengatakan, dirinya ke pondok bersama keluarganya. Keluarganya juga mengontrak di rumah sekitar pondok.
 

"Ya memang betul kami di sini bawa modal sendiri. Masa mau minta kiai nya. Kan nggak mungkin," kata dia.(Sany Eka Putri-Suryamalang.com/jko)