Semalam, Dua Rumah Dan Satu Gudang Ludes Terbakar Di Lamongan

| More
10 October 2018
kebakaran-rumah-di-lamongan_20181010_114617.jpg

Insiden kebakaran di Kabupaten Lamongan kembali terjadi, Selasa (9/10/2018) malam. Dua rumah dan satu gudang di dua tempat yang berbeda ludes terbakar. 

Tepatnya di areal Perumahan Butara Desa Tanjung Lamongan, gudang material berukuran 4 X 8 meter beratap asbes dinding anyaman bambu terbakar. Gudang milik Triwoto (50) seorang pengembang perumahan warga jalan Madekaryo Desa Made Lamongan yang di dalamnya terdapat tumpukan kusen kayu, usuk dan semen dan terbakar habis.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Lamongan, Ipda Amin mengatakan, diperkirakan terbakarnya gudang yang
di dalamnya banyak serbuk kayu bekas gergajian diduga disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang ke sembarang tempat dan mengenai serbuk bekas gergajian kayu.
 

"Kemungkinannya itu, puntung rokok yang masih hidup dibuang sembaranga," kata Amin.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian korban diperkirakan mencarapai Rp 20 juta.

Kejadian kebakaran gudang itu diketahui pertama oleh Rozi saat keluar dari tempat peristirahatan di lokasi Perumahan Butara. Ia dikagetkan saat melihat ada kobaran api dari gudang tempat material perumahaan.

Mengetahui itu, saksi mengajak teman sesama pekerja berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya namun tidak berhasil. Api baru padam setelah pemadam kebakaran datang lokasi. Api dilokalisir dan tidak sampai merambat lebih luas lagi.

Sementara kebakaran juga terjadi di Dusun Kedungrejo Desa Kalen Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan. Dua rumah milik Tasiyam (65) dan  Suwandi (60) ludes dilalap si jago merah.

Api pertama kali diketahui Afrian yang melihat kobaran api di belakang rumah milik kedua korban. Saat itu juga, Afrian berteriak-teriak minta tolong tetangga kiri kanan korban. Para tetangga berlarian mendatangi TKP.
Satu diantara warga mencoba menerobos masuk ke rumah korban, dan nenek Tasiyam berhasil dievakuasi dari dalam rumah dengan cara digendong.

"Ada yang membangunkan Suwandi," ungkap saksi, Afrian.

Sementara sebagian warga lainnya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Dua dua mobil PMK dari Kecamatan Babat datang ke lokasi ketika api sudah membakar habis dua rumah milik Tasiyam. Dua mobil PMK akhirnya melakukan pembasahan untuk memastikan tidak tersisa bara api.

Menurut Kapolsek Kedungpring, AKP Guntar S, kebakaran terjadi diperkirakan berasal dari penghangat di kandang kambing milik nenek Tasiyam yang ada di kandang belakang rumah.

Akibat kejadian ini, nenek Tasiyam mengalami kerugian Rp 80 juta dan korban Suwandi menderita kerugian sekitar Rp 150 juta.(Hanif Manshuri-Suryamalang.com/jko)