Di Tulungagung, Ada 235 Desa yang Akan Gelar Pilkades Serentak Tahun 2019

| More
10 October 2018
bawean_20171029_104433.jpg

Sebanyak 235 desa di Kabupaten Tulungagung akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2019.

Dari jumlah itu, empat desa di antaranya telah habis masa jabatan kepala desanya pada tahun 2018.

Sedangkan 231 desa lainnya habis masa jabatan kepala desanya pada 2019.
 

Paling banyak habis di bulan Juni sebanyak 192 desa, Desember 12 Desa, Juli 10 desa, Mei 6 desa, Agustus 6 desa, Oktober 3 desa dan April 1 desa dan November 1 desa.

“Prinsipnya Pilkades serentak itu tidak boleh mengurangi masa jabatan Kades lama, terhitung sejak hari pertama dia menjabat,” terang Kasubag Aparatur Pemerintahan Desa, Bagian Pemerintahan Pemkab Tulungagung, Yudi Irwanto, Rabu (10/10/2018).

Bagi kepala desa yang sudah terlanjur habis masa jabatannya, maka akan diisi Penjabat (Pj) Kades.

Tanggap pelaksanaan Pilkades serentak ini belum ditentukan, karena masih menghitung masa jabatan para Kades.
 

Rumusan pelaksanaan akan dibahas oleh tim gabungan dari Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Bagian Pemerintatan, DPPKAD, Bappeda dan lain-lain.

“Syarat umum calon kades, usia minimal 20 tahun dan ijazah minimal SMP dan sederajat,” tambah Yudi.

Calon Kades boleh berasal dari luar desa, namun jika sudah terpilih harus pindah ke desa setempat maksimal tiga bulan setelah bertugas.
 

Jumlah calon Kades adalah dua orang, sedangkan maksimal lima orang.

Jika calon lebih dari lima, maka akan diadakan tes tulis untuk menjaring lima calon.

Materi tes tulis dibuat Panitia Pemkab Tulungagung, bisa dibuat sendiri atau menggandeng akademisi.
 

“Bagi calon yang berminat, bisa mempersiapkan diri dari sekarang,” ujarnya.

Bagi desa yang kepala desanya berhalangan tetap, seperti meninggal dunia maka dilaksanakan Pergantian Antar Waktu (PAW).

Syaratnya masa jabatan Kades masih tersisa sekurang-kurangnya selama satu tahun.

Kades PAW akan memerintah hingga terselenggaranya Pilkades serentak.

“Sejauh ini ada dua Kades PAW, yang satu karena meninggal dunia dan satunya karena maju sebagai calon legislatif,” pungkas Yudi.(David Yohanes-Surya.co.id/jko)