Menganggap Perolehan Suara Sama, Pendukung Pilkades Tuntut Pemilihan Ulang

| More
10 October 2018
pilkades1.jpg
Pemilihan kepala desa di Kabupaten Blitar diwarnai kericuan. Pendukung salah satu calon yang dinyatakan kalah tidak terima atas keputusan panitia, karena yakin hasil memperoleh suara sama.

Kejadian ini desa Sukoanyar Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, usai pelaksanaan Pilkades serentak 9 Oktober 2018. Aksi sempat diwarnai oleh salah satu pendukung yang dinyatakan kalah. Mereka menuding panitia ngawur dalam menentukan pemenang.

Aksi ini dipicu saat panitia Pilkades mengumumkan pemenang salah satu calon nomor urut dua  Pangat. Massa pendukung lain merasa tidak terima, sebab yakin dalam pemilihan kepala desa  tersebut, kedua calon mendapatkan suara yang sama yakni 818 suara .

Massa pendukung nomor urut satu Adib Asroni, merasa dipermainkan oleh panitia dan menuntut dilakukan pemilihan ulang .

Sementara itu Asisiten 1 Tata Pemerintahan  Bersama Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Blitar serta Muspika, berupaya menenangkan warga. Sambil memfasilitasi kedua Timses pendukung tidak menemukan jalan keluar. Namun kedua belah pihak antara panitia dan massa pendukung saling mempertahankan pendapatnya masing masing. Pendukung yang diyatakan kalah tetap pada pendiriannya dilakukan pemilihan ulang . 

Sementara itu Ketua Panitia Pilkades Sutrisno, mengatakan, langkah yang diambil untuk menentukan pemenang calon nomor dua sudah sesuai prosedur. Meski perolehan suara keduanya sama 818 suara . "Ini diputuskan berdasarkan Perbup nomor 32 tahun 2018 pasal 64 ayat 4 yang menyatakan, jika terjadi perolehan sama, maka akan ditetapkan jumlah pemilih terbanyak pada dusun yang bersangkutan bertempat tinggal," kata Sutrisno.

Sutrisno, yakin pada pendiriannya tidak akan mencabut keputusan itu. Hingga pukul 02.00 Wib dini hari tadi, massa pendukung yang tidak puas masih tetap bertahan dia balai desa desa Sukoanyar.(Moch.Asrofi-Pojokpitu.com/jko)