Pedagang Bakso di Malang Panjat Pohon Kenitu, Tak Disangka Peristiwa Ini Harus Dialaminya

| More
19 September 2018
jatuh-dari-pohon_20180919_142131.jpg

Purnomo (30) seorang pemuda yang sehari-hari berjualan bakso keliling tewas setelah terjatuh dari pohon Kenitu, Rabu (19/9/2018).

Purnomo mengalami luka serius setelah terjatuh dari pohon kenitu di Kelurahan Polehan, RT 3/RW 5, Blimbing, Kota Malang.

"Banyak darah yang keluar dari kepalanya," ujar Fuad Alton, pemilik rumah yang di depannya ada pohon Kenitu tempat Purnomo terjatuh.
 

Dijelaskan Fuad, peristiwa itu terjadi pada pukul 11.10 wib.

Saat itu, Fuad sedang berada di dalam rumah.

Ia baru saja selesai memberi makan ayam di kandang yang berada di sebelah rumahnya.

"Saya sedang di rumah dan mau mandi menjelang dzuhur. Terus ada suara jatuh saya langsung loncat keluar," kata Fuad, Rabu (19/9/2018).

Ketika berada di depan rumahnya, Fuad sudah mendapati Purnomo tersungkur.

Fuad menceritakan bagaimana darah keluar begitu banyak dari kepalanya. Purnomo tidak bergerak sama sekali.

"Seperti keran terbuka gitu. Banyak darah keluar. Saya tidak kuat lihat darahnya," katanya.

Kemudian istri Fuad keluar turut membantu. Sementara Fuad teriak minta tolong ke warga sekitar.

Purnomo jatuh dari ketinggian sekitar lima meter.

Dia diduga terjatuh setelah ranting yang diinjak patah.

Kata Fuad, Purnomo sering manjat pohon di sekitar kampung. Ia sudah sering mengambil buah di pohon milik warga.

"Kemarin saja habis manjat di pohon itu. Ya dipanjat saja. Kita juga tidak bisa melarang karena memang untuk dimakan," kata Fuad.

Jono, seorang warga yang turut menuju lokasi mengaku tidak banyak bertindak begitu melihat darah yang keluar dari kepala.

Kata Jono, darah itu keluar dari telinga, hidung dan mulut.

"Saya terus keluar mencari mobil dan menelpon rumah sakit," katanya.

Warga sempat mengevakuasi Purnomo. Ada delapan orang yang mengangkat tubuh Purnomo. Namun nyawa Purnomo tidak terselamatkan.

Sekitar pukul 11.30 wib, petugas datang dan segera melakukan evakuasi.

Purnomo dikenal sebagai tukang bakso keliling yang berjualan setelah dzuhur.

Ia berjualan bakso dengan mendorong gerobak di sekitar kawasan Kedungkandang.(Benni Indo-Surya.co.id/jko)