Survei: Banyak Anak Binaan di Blitar Tak Dikunjungi Keluarganya

| More
11 July 2018
survey.jpg
Sebanyak 204 anak menjadi warga binaan di LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) Blitar. Namun banyak dari mereka yang tidak dikunjungi keluarganya.

Fakta ini terungkap saat Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim melakukan survey ke LPKA Blitar selama satu tahun terakhir. Bahkan LPA Jatim menemukan ada anak yang telah menjalani pembinaan selama dua tahun namun tak pernah sekalipun ditemui keluarganya.

Hal ini pulalah yang mendorong diselenggarakannya peringatan Hari Anak Nasional untuk tingkat Provinsi Jawa Timur di LPKA Blitar.

"Peringatan Hari Anak Se-Jawa Timur kami laksanakan disini. Kami ingin anak-anak disini mendapat perhatian, utamanya dari keluarganya. Dengan acara ini, kami juga mengajak semua elemen masyarakat untuk bisa menjadi teman curhat mereka. Agar mereka siap kembali bersosialisasi di masyarakat, ketika sudah keluar dari sini," kata Ketua LPA Blitar Rachmad Widiharto di LPKA Blitar, Rabu (11/7/2018).

Dari beberapa kasus kaburnya anak dari LPKA Blitar, lanjut Rachmad, motifnya pun sebenarnya tak jauh-jauh dari kerinduan ingin bertemu keluarganya.

"Alhamdulillah Kepala LPKA Blitar menyambut usulan kami ini sehingga forum peduli anak tiap Kamis kesini. Gak usahlah pakai istilah konseling. Curhat aja itu sudah sangat membantu mereka mengurangi kerinduan pada keluarganya," ungkapnya.

LPKA Blitar dihuni anak binaan dari seluruh Jawa Timur. Namun dari pengamatan Rachmad, ada banyak faktor yang menghalangi keluarga untuk berkunjung ke LPKA.

"Faktor ekonomi, jarak dan kesibukan orang tua bisa jadi faktor mereka tidak mengunjungi anaknya disini. Kami harap kehadiran LPA disini bisa menggantikan posisi orang tua mereka, bagi yang tidak pernah dikunjungi keluarganya," papar psikolog dari Lembaga Lazuardi ini.

Ikut memberikan dukungan penuh kepada LPKA Blitar, Ketua LPA Jatim Elya Muschabiati juga berharap masyarakat semakin peduli pada anak binaan di LPKA Blitar.

"Upaya pendekatan anak binaan dengan keluarga sangat kami dukung. Kami melalui berbagai lembaga kemasyarakatan bahkan menjemput keluarganya untuk berkunjung ke LPKA Blitar ini," tutur Elya.

"Sistem pendidikan anak terbaik, beri kesempatan mereka seluas-luasnya. Namun tetap kontrol dengan komunikasi yang harmonis. Yang perlu dipopulerkan, jadilah sahabat anak," pesannya.

Acara peringatan Hari Anak Nasional Se-Jawa Timur kali ini juga dihadiri Kemenkumham Jatim, perwakilan dari Kota/Kabupaten Blitar dan tokoh anak, Kak Seto.(Erliana Riady - detikNews/jko)