Tidak Semangat Bekerja Setelah Liburan? Atasi dengan 2 Tips Ini

| More
04 July 2018
pekerja1.jpg
Menurut Psikolog Klinis Dewasa Inez Kristanti, meningkatkan motivasi kerja setelah liburan bisa diatasi dengan mengelola ekspektasi dan mencermati gejala post holiday blues.

“Sebenarnya dari segi psikologi tidak ada istilah resminya dari fenomena tersebut. Biasanya orang menyebutnya dengan istilah post holiday blues, di mana setelah liburan motivasi bekerja menjadi agak menurun dan terkesan kurang bersemangat,” tegasnya.

Di samping itu, sambungnya, dikenal juga contrast effect. Rutinitas yang dijalani sehari-hari itu tidak buruk.

Hanya saja karena dibandingkan dengan momen liburan yang menyenangkan dan masa santai, menjadi terkesan kurang menyenangkan. Jadi orang yang baru kembali bekerja merasa mengalami pengalaman yang drastis berbeda. Ini sebenarnya bukan karena pekerjaan menjadi buruk setelah Lebaran. Sebaliknya, itu karena pikiran saja yang membuat merasa seperti itu. “Efek dari pikiran yang mengalami pengalaman yang kontras ini yang disebut contrast effect.”

Menurutnya, ada dua kunci untuk meningkatkan semangat bekerja setelah liburan. Biasanya setelah liburan, pekerjaan menumpuk sehingga ketika balik dari liburan ada keinginan untuk mengerjakan kerjaan itu sampai selesai dalam waktu yang cepat.

Dengan demikian, pekerja memberikan ekspektasi yang tinggi atau memaksa diri pada sesuatu yang tidak sesuai dengan kapasitas atau yang tidak seharusnya.

“Beri dulu waktu bagi otak kita untuk adaptasi. Lama-lama kita akan merasa di level yang sebelumnya. Jangan sampai membuat ekspektasi di hari pertama. Intinya yang perlu dihindari adalah overwork.” Psikolog Rose Mini Agoes Salim menegaskan bahwa memompa semangat kerja usai libur panjang dari sudut pandang psikologis dapat dilakukan dengan menumbuhkan motivasi. Tanpa motivasi sulit bagi seseorang untuk semangat bekerja.

Motivasi seperti melihat pekerjaan sebagai peluang untuk mengembangkan diri merupakan cara untuk membangun semangat. Selain itu jangan terlalu terlena oleh liburan. “Sebaiknya segera move on dari liburan dan kembali ke hidup normal. Bila tidak diatasi, maka hal itu dapat menyumbat semangat dalam bekerja.”(Tempo.co/jko)