Generasi X Lebih Cerdas Kelola Uang Ketimbang Milenial, Benarkah?

| More
28 June 2018
top_10_highest_paid_professions_in_the_future.jpg
Generasi Milenial sering disebut sebagai generasi dengan pemikiran super cepat, cerdas, dan melek teknologi. Sementara Generasi X (Gen Xers) sempat disebut sebagai generasi lemot alias lambat. Hanya saja, untuk urusan mengatur keuangan, ternyata, Gen Xers lebih cerdas daripada Milenial.

Ada beberapa alasan. Sekadar gambaran, seiring perkembangan teknologi dan media sosial, Generasi Milenial disebut-sebut menjadi penghamba kepuasaan dan kebahagiaan hidup. Traveling, misalnya, mendadak jadi way of life Generasi Milenial di seluruh dunia.

Traveling menjadi tujuan hidup orang muda melebihi impian memiliki rumah mewah, mobil mewah, atau pun instrumen ekonomi lainnya. Sebaliknya, Gen Xers masih menomorsatukan kepemilikan rumah. Gen Xers menyadari, sebuah rumah bukan sekadar tempat tinggal, namun aset finansial.

Dengan kata lain, bukan kesenangan sesaat. Gen Xers melihat kepemilikan rumah sebagai aset jangka panjang. Sementara, Milenial menganggap rumah sebagai bukan kebutuhan saat ini. Apalagi, di masa depan. Ini salah satu alasan mengapa Gen Xers lebih cerdas daripada Milenial soal kelola uang.
 

Gen Xers adalah Entrepreneur

Sebelum mengupas lebih jauh mengapa Gen Xers lebih cerdas dari Milenial soal kelola uang, ada baiknya mengetahui siapa sih Gen Xers dan Milenial.

Gen Xers adalah mereka-mereka yang lahir pada kurun 1965-1983. Sedangkan Milenial adalah anak-anak muda kelahiran 1984-2004. Sebelum Gen Xers ada generasi Baby Boomer yang lahir pada kurun 1946-1964.

Gen Xers saat ini berusia 34-54 tahun. Satu hal yang menandai perjalanan Gen Xers secara ekonomi adalah adanya resesi hebat. Akibatnya, generasi ini mengalami kesulitan mengelola keuangan (kendati sebetulnya masalah sama juga dialami generasi Boomer atau pun Milenial). Hanya saja, resesi hebat membuat Gen Xers lebih tangguh dan mandiri. Mau bukti?

Ternyata, lebih dari 55 persen pendiri startup adalah Gen Xers. Orang-orang yang masuk Gen Xers menginginkan keamanan kerja tertinggi setelah sempat mengalami gejolak ekonomi. Sementara Milenial lebih memilih pekerjaan yang mereka sukai.

Beda pemahaman dengan Gen Xers yang benar-benar bisa meraih kesuksesan dengan melakukan sesuatu yang mereka disukai. Gen Xers adalah pemilik jiwa entrepreneur.
 

Gen Xers Berpikir Jangka Panjang

Kendati memiliki rata-rata penghasilan lebih tinggi dari Milenial, Gen Xers terus berjuang dengan uang yang mereka punya. Bahkan, generasi ini masih menopang anak-anak atau orang tua mereka. Alias, generasi Boomer dan Milenial.

Satu hal paling membedakan antara Gen Xers dan Milenial adalah fokus perencanaan keuangan. Berdasarkan penelitian Financial Finesse, sebuah perusahaan pendidikan keuangan, Gen Xers memiliki skor kesehatan finansial tertinggi dibanding Boomer dan Milenial. Sementara Milenial memiliki skor terendah. Bukan lain karena Milenial fokus pada perencanaan keuangan jangka pendek.

“Milenial tak menyadari krisis pensiun senilai USD 14 triliun yang dihadapi Amerika. Mereka berasumsi, perencanaan pensiun bisa dimulai besok, bukan hari ini,” ungkap Bill Harris, CEO Personal Capital.

Sebaliknya, Gen Xers memiliki pandangan tentang pensiun yang lebih realistis. Bahkan, 76 persen Gen Xers mulai menabung untuk masa pensiun di usia dua puluhan.

Dan ingat, menurut laporan Deloitte, Gen Xers akan mengalami peningkatan tertinggi dalam pangsa kekayaan nasional selama 15 tahun ke depan. Tepatnya, meningkat dari 14 persen total kekayaan bersih 2015 menjadi hampir 31 persen pada 2030. Ini akan menjadi tambang emas perusahaan jasa keuangan di masa depan.
 

Gens Xers, Pragmatis dan Mandiri

Banyak Gen Xers mengembangkan rasa percaya diri, pragmatis, dan waspada terhadap otoritas. Mereka lebih suka melakukan penelitian sendiri sebelum bicara dengan profesional. Mereka lebih suka menentukan pilihan sendiri daripada diberi tahu apa yang harus mereka lakukan.

Artinya, Gen Xers lebih mandiri dan menangani masalah secara masuk akal dan realistis. Dengan begitu, mereka mampu menimbang risiko dan manfaat atas tindakan yang mereka ambil.

Hal positif lainnya, kendati telah menyiapkan pensiun dengan baik, Gen Xers tak mau berdiam diri. Berdasarkan survei Ameriprise, 73 persen Gen Xers berencana bekerja paruh waktu, musiman, atau tampil sebagai konsultan saat pensiun untuk membiayai berbagai keperluan hidup mereka. Bahkan, mengembangkan dana pensiun yang ada. Mereka tetap aktif secara mental maupun fisik.

“Mereka berharap bisa mendefinisi ulang pengertian pensiun,” kata Marcy Keckler, CFP® dan VP pada Ameriprise.

Fakta lainnya, akibat resesi hebat yang pernah dialami, menyisihkan dana darurat menjadi prioritas Gen Xers. Financial Finesse menyebut, 50 persen Gen Xers memiliki dana darurat, sedangkan Milenial hanya 47 persen. Gen Xers juga berjuang dengan pengelolaan uang. Mereka sadar pentingnya pensiun dan investasi. Itulah sebabnya mereka sangat hati-hati untuk menarik tabungan.

“Sejak 2010, generasi ini cenderung tak menarik uang, apalagi dengan ancaman penalti, dari rekening pensiun mereka,” kata Anum Yoon, pendiri Current Currency.

Nah, barangkali Generasi Milenial bisa mengaku sangat melek teknologi, gesit, dan piawai melakukan berbagai manuver. Generasi Milenial juga memiliki mobilitas tinggi dan atraktif dalam berbagai aktivitas. Namun, untuk urusan pengelolaan keuangan agaknya Milenial masih harus berguru pada Gen Xers.(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)