Begini Nasib Tiga Anak-anak yang Ikut Keroyok Pemuda Tulungagung Hingga Tewas

| More
17 May 2018
tulungagung_20180517_090931.jpg

Tiga dari delapan pelaku pengeroyokan hingga meninggal dunia terhadap Manus Bahari (27) tidak ditahan.

Ketiga pelaku hanya dikenakan wajib lapor.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo, ketika pelaku itu masih anak-anak.
 

“Sistem Peradilan Pidana Anak memang mengatur itu. Jadi tidak memungkinkan untuk ditahan,” terang Mustijat.

Namun nantinya mereka tetap harus menjalani proses hukum.

Maish menurut Mustijat, kasus mereka tidak bisa diselesaikan dengan diversi.

Sebab diversi kasus hukum anak hanya bisa dilakukan pada perkara pidana dengan ancaman di bawah tujuh tahun.

“Karena korbannya meninggal dunia, ancamannya 12 tahun penjara. Sehingga para tersangka anak ini tetap akan menjalani proses hukum,” terang Mustijat.

Saat ini pemberkasan delapan pelaku telah selesai dilakukan.

Namun penyidik masih akan melakukan rekonstruksi.

Rencananya rekonstruksi akan dilakukan minggu depan.

Lokasinya akan dipindah dari area persawahan Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung ke Mapolres Tulungagung.

Pemindahan lokasi rekonstruksi ini semata-mata karena alasan keamanan.

“Rekonstruksi untuk menyesuaikan pengakuan para pelaku, dengan kenyataan di lapangan. Bisa saja ada fakta baru yang terungkap,” tandas Mustijat.

Manus Bahari (27) dijemput Mahfud Zakarya Fauzi (20), Kamis (3/5/2018) malam, dengan alasan menyelesaikan urusan telepon genggam.

Sebelumnya Manus memang ditengarai mencuri telepon genggam milik Mahfud.

Manus dibawa ke persawahan Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung.

Di lokasi ini ternyata sudah sudah menunggu tujuh orang teman Mahfud.

Manus kemudian dipukuli hingga babak belur.

Jumat (4/5/2018) dini hari Manus diantar pulang.

Tiga jam kemudian Manus meninggal dunia.

Delapan orang pelaku ditangkap kurang dari 24 jam.

Polisi menangkap lebih dulu Mahfud Zakarya Fauzi (20), warga Dusun Poko Limo, Desa Nglurup, Kecamatan Sendang.

Kemudian tujuh pelaku lainnya ditangkap di Kecanatan Sendang.

Tiga di antaranya anak-anak.

Empat pelaku lainnya adalah Dedi Heriawan (25), Supriyono (27), Tobi Wijaya Kusuma (19) dan Febri Ariadi (22).(David Yohanes-Surya.co.id/jko)