Komunitas Tukar Pasangan Suami Istri Terungkap, Biasa Pesta Seks di Hotel di Malang dan Tretes

| More
17 April 2018
ilustrasi-istri-ketahuan-selingkuh_20180323_220002.jpg

Perilaku seks menyimpang kini makin banyak ditemui dalam lingkungan masyarakat sekitar kita.

Salah satu temuan yang baru terungkap adalah keberadaan komunitas tukar pasangan yang anggotanya adalah para pasangan suami istri.

Anggota komunitas ini sengaja melakukan pertemuan dan pesta seks di waktu dan tempat yang ditentukan dengan saling bertukar pasangan.
 

Keberadaan komunitas bertukar pasangan seks ini terungkap saat polisi menggerebek acara pesta seks mereka di salah satu hotel di Lawang, kabupaten Malang, Minggu (15/4/2018).

Aktivitas pesta seks di hotel dibongkar Unit III Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim.

Saat digerebek, polisi mendapati tiga pasangan suami istri (pasutri) dengan yang sedang pesta seks dengan cara tukar pasangan.

Para pasutri yang digerebek polisi, yakni THD (53), warga asal Keputih, Sukolilo Surabaya, RL (49), SS (47), WH (51), DS (29) dan AG (30).

"Ketika kami gerebek, keadaan di sana mereka sudah bertelanjang bulat, sudah bertukar pasangan, bahkan ada yang lari ke kamar mandi, lalu kami amankan mereka semua beserta barang buktinya," uja Kasubdit 3 Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Yudhistira Midyahwan.

Kasus asusila ini terungkap bermula dari informasi masyarakat soal adanya aktivitas sosial yang menyimpang, yakni pesta seks berbertukar pasangan.

“Para pasutri ini diamankan atas aktivitas seks menyimpang."

"Mereka membuat grup dan berkomunikasi di grup media sosial (medsos) WhatsApp dan Twitter, saling bertukar pasangan dan diamankan di hotel di Malang,” sebut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera,  Senin (16/4/2018).

Komunitas Sparkling

THD ditetapkan tersangka atas kaus asusila pesta seks dengan cara tukar pasangan.

Warga Keputih, Sukolilo Surabaya ini merupakan inisiator dan pembuat grup WhatsApp yang beranggotakan komunitas pasutri yang punya fantasi tukar pasangan dalam berhubungan intim alias bercinta.

THD mengaku, dirinya sudah menjadi anggota komunitas sejak 2013 silam.

Dia juga yang membuat grup WA yang diberi nama Sparkling guna mewadahi komunitas supaya mudah berkomunikasi.

“Sudah sejak 2013 lalu, memang ada komunitasnya. Selain lewat WA, juga ada Twitter khusus swinger,” aku THD di Mapolda Jatim, Senin (16/3/2018).

Di hadapan polisi dan wartawan, THD mengaku, baru tiga kali melakukan pertemuan dan menggelar pesta seks.

Semua dilakukan di hotel dan tempatnya pindah-pindah.

Selain di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, juga pernah melakukan pertemuan di hotel kawasan Tretes, Prigen Pasuruan.

“Saat ketemuan tidak semua anggota grup ikut,” ucap THD.

Anggota komunitas ini, kata THD, berasal dari beberapa kota/kabupaten di Jatim.

Ada yang berasal dari Surabaya, Malang, Sidoarjo, Tuban dan lainnya.

Pertemuan dilakukan setelah ada kesepakatan.

Diberitakan sebelumnya, tiga pasutri digerebek saat menggelar pesat seks di sebuah hotel di Lawang, Malang.

Mereka digerebek tim Unit III Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, Minggu (15/4/2018).

Awal Mula

Seks tidak lagi tabu untuk dibicarakan atau dilakukan oleh mereka yang belum punya ikatan resmi pernikahan.

Aktivitas seksual sebelum menikah sudah mewabah di khalayak umum, utamanya adalah kawula muda.

Bahkan kini muncul fenomena seks ramai-ramai alias berhubungan seks dengan cara bertukar pasangan.

Peristiwa ini baru saja dilakukan oleh warga Surabaya di sebuah hotel di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Zaman sekarang sudah edan. Pergaulan kawula muda sudah kelewat batas.(Fatkhulalami-Suryamalang.com/jko)