Antisipasi Kasus Korban Miras Oplosan di Jabar, Polisi Blitar Razia Miras dan Temukan Ini

| More
13 April 2018
miras-blitar_20180413_142411.jpg

Petugas Satnarkoba Polres Blitar Kota menggelar razia minuman keras (miras) di sejumlah warung.

Petugas menyita 358 botol miras dan arak jowo dari sejumlah warung.

Kasat Narkoba Polres Blitar Kota, AKP Huwahilla W, mengatakan razia miras ini untuk mengantisipasi terjadinya kasus warga tewas menenggak miras oplosan seperti yang terjadi di Jabar.
 

Sebanyak 58 orang di Jabar tewas setelah menggelar pesta miras oplosan.

"Begitu ada kasus warga tewas setelah minum miras oplosan di Jabar, kami langsung bergerak melakukan razia miras di wilayah Blitar," kata AKP Huwahilla W, Jumat (13/4/2018).

Dalam razia itu, petugas menyisir sejumlah warung di sembilan kecamatan di Kota Blitar dan Kabupaten Blitar yang masuk wilayah hukum Polres Blitar Kota.

Petugas menemukan beberapa warung menjual miras berbagai merek dan arak jowo.

Total, petugas menyita 358 botol miras.

Rinciannya, sebanyak 254 botol miras berbagai merek dan 104 botol arak jowo.

Petugas menyita sejumlah botol miras itu.

Sedangkan, para pemilik warung yang menjual miras hanya dijerat dengan pasal tindak pidana ringan (tipiring).

"Pemiliknya tidak kami tahan, hanya kami jerat dengan pasal tindak pidana ringan," ujar Huwahilla.

Huwahilla menjelaskan peredaran arak jowo di sejumlah warung diduga ada kaitannya dengan penggerebekan pengepul arak jowo di wilayah Nglegok, Kabupaten Blitar.
Sebelumnya, polisi menangkap seorang janda, Dyah Retno Ningsih, yang menjadi pengepul arak jowo.

Petugas menyita 83 jeriken berisi arak jowo dari pelaku.

Pelaku memasarkan arak jowo itu ke sejumlah warung di wilayah Blitar.

Pelaku mendatangkan arak jowo dari wilayah Solo.

"Sebagian arak jowo yang kami sita dalam razia memang diambil dari pengepul yang sudah kami tangkap," kata Huwahilla.(Samsul Hadi-Surya.co.id/jko)