Sejumlah Proyek Besar Kabupaten Trenggalek 2017 Sampai Kini Belum Kelar Dikerjakan

| More
05 January 2018
trenggalek2.jpg
Sejumlah proyek besar di Kabupaten Trenggalek tahun anggaran 2017 sampai saat ini belum kelar dikerjakan. Rata-rata, pengerjaan proyek tersebut masih selesai 90 persen. Total nilai proyek di Kabupaten Trenggalek yang belum selesai proses pengerjaannya mencapai puluhan miliar rupiah.

Beberapa proyek besar tersebut, yakni proyek pembangunan Pasar Rakyat Bendo dengan nilai Rp 5,1 miliar, Puskesmas Pule Rp 2,1 miliar, proyek Program Pertanian Terpadu senilai Rp 1,2 miliar, Puskesmas Ngulan Kulon Rp 4,1 miliar, Pasar Rakyat Panggul Rp 5,6 miliar serta sejumlah proyek besar lainnya.

Hal tersebut dibenarkan saat Komisi III DPRD Trenggalek melakukan sidak di sejumlah proyek yang diketahui proses pengerjaannya masih belum selesai 100 persen. Salah satunya di komplek Pasar Rakyat Bendo, Kecamatan Pogalan.

Dari hasil sidak Komisi III DPRD Trenggalek, jaringan listrik belum terpasang, saluran pembuangan limbah belum dibangun, jaringan air masih belum sesuai standar, serta sejumlah item kecil lainnya.

Sementara itu, untuk proyek pembangunan terpadu dari Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan, sejumlah item pengerjaan belum kelar dikerjakan. Di antaranya, jembatan penghubung serta jalan masuk ke lokasi proyek. Secara detail, proyek pengerjaan program terpadu masih 80 persen.

Sekretaris Komisi III DPRD, Muhammad Hadi, membenarkan kondisi tersebut. Secara keseluruhan pengerjaan Pasar Rakyat Bendorejo masih belum selesai. Alasannya, masih banyak sejumlah item yang belum dikerjakan sama sekali.

"Terkait hal tersebut, Komisi III DPRD Trenggalek khususnya, sangat menyayangkan pernyataan dari dinas terkait yang menyatakan bahwa proyek Pasar Rakyat Bendo sudah selesai 100 persen," kata Muhammad Hadi.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan UKM, M Siswanto, menolak ketika pembangunan Pasar Rakyat Bendorejo belum selesai 100 persen. Dia bersikukuh pengerjaan proyek senilai lebih dari Rp 5 miliar tersebut sudah selesai.

Siswanto beralasan, lambatnya pengerjaan proyek yang masih dilakukan sampai masuk tahun anggaran baru tersebut disebabkan minimnya batas waktu pengerjaan.

"Pasalnya, waktu yang tersedia hanya tiga bulan sepuluh hari. Waktu itu pun belum dipotong untuk proses lelang hingga penentuan pemenang," kata Siswanto.(Oleh : Heru Wijaya , Karyanto-Pojokpitu.com/jko)