PKL Alun-alun Gresik Demo ke Kantor Dewan, Ini Tuntutan Utama Mereka

| More
12 October 2017
pkl-gresik_20171012_142419.jpg
Para pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Paraniaga Pedagang Alun-alun Gresik (PPAG) unjuk rasa di depan gedung DPRD Gresik, Kamis (12/10/2017).

Mereka menuntut agar diperbolehkan berdagang di sekitar Alun-alun Gresik.

Puluhan PKL yang berkumpul di depan pendopo Alun-alun Gresik, kemudian berjalan menuju gedung DPRD Gresik Jl KH Wachid Hasyim dengan membentangkan spanduk.
 

Salah satu spanduk yang mereka bawa bertuliskan, 'Kembalikan PPAG ke area sekitar Alun-alun'.

Tuntutan para PKL kembali ke sekitar Alun-alun karena lokasi relokasi di lahan bekas tambang Semen Gresik Jl Notoprayitno sepi.

Disamping itu juga rawan kecelakaan karena banyak kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi.

Pengunjung juga sepi, sehingga pendapatan para PKL berkurang drastis.

"Seharusnya pemerintah itu menyejahterakan rakyat, bukan menyengsarakan rakyatnya. Kami minta dipindahkan di tempat yang tidak layak," kata Yasin Ketua PPAG, dalam orasinya, Kamis (12/10/2017).

Biasanya saat berjualan di Alun-alun Gresik, para PKL bisa mendapatkan Rp 200.000 dalam semalam.

Namun, setelah pindah pendapatannya menurun menjadi Rp 5.000.

"Mau makan apa keluarga PKL. Di mana rasa keadilan pemerintah," katanya.

Perwakilan massa langsung ditemui Wakil Ketua DPRD Gresik Moh Syafi AM bersama Komisi II Subeki dan Anwar Sadat.

Dalam mediasi itu, Komisi II berusaha menemukan antara PKL dengan Dinas Koperindag Kabupaten Gresik.

"Kami akan mempertemukan dengan dinas terkait pekan depan. Tunggu undangannya," kata Moh Syafi AM.

Diketahui, para PKL Alun-alun Gresik dipindahkan ke Jl Notoprayitno karena ada proyek revitalisasi, dengan anggaran Rp 15 miliar lebih.(Penulis: Sugiyono-Surya.co.id/jko)