Terpapar Penyakit Menular, 108 Kantong Darah Dimusnahkan

| More
12 October 2017
darah2.jpg
108 Kantong darah reaktif dimusnahkan PMI Kabupaten Blitar. Pemusnahan ratusan kantong darah ini, karena terinfeksi penyakit hepatitis, penyakit kelamin dan HIV. Jumlah itu dikumpulkan sejak Januari hingga pertengahan Oktober 2017.

Sekretaris PMI Kabupaten Blitar, Bambang Wahyudianto mengatakan, pihaknya harus memastikan, bahwa darah yang diberikan ke konsumen dalam kondisi aman. Sehingga ada beberapa prosedur yang harus dijalankan pendonor.

"Sebelum donor, pendonor wajib mengisi inform confirm. Mereka wajib mengisi formulir apakah benar-benar kondisi sehat dan tidak punya penyakit. Setelah itu diperiksa petugas, terkait kadar HB dan tensi. Jika prosedur ini lolos, maka baru diambil darahnya," jelas Bambang ditemui di posko PMI Kabupaten Blitar, Jalan A. Yani Kota Blitar, Kamis (12/10/2017).

Darah lalu melalui proses screening. Di sinilah diketahui, apakah darah tersebut terinfeksi penyakit atau tidak. PMI Kabupaten Blitar memakai metode ELISA dalam proses screening itu. Untuk tiap kantong darah membutuhkan waktu sekitar 4 jam.

Pengertian Metode ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) merupakan suatu teknik biokimia untuk mendeteksi kehadiran antibodi atau antigen dalam suatu sampel.

"Standar yang ditetapkan dalam screening itu pakai metode ELISA. Lama memang, sampai empat jam untuk hasil validnya. Kalau dulu masih bisa pakai metode Rapid cuma 15 menit, tapi dinilai kurang valid hasilnya ," jelas Bambang.

"Ada empat parameter dalam screening itu. Yakni parameter Hepatitis B, C, Penyakit kelamin dan HIV. Dan ternyata ada sebanyak 108 kantong terinfeksi empat parameter itu sehingga harus dimusnahkan ," jelasnya.

Untuk pemusnahan, lanjut Bambang, pihaknya menyerahkan ke pihak ketiga sebagai rekanan agar proses pemusnahan tidak mencemari lingkungan.

PMI Kabupaten Blitar sendiri mampu memproduksi sebanyak 5.893 kantong darah selama hampit 10 bulan di tahun ini. Rata-rata sebanyak 600 kantong darah mampu diproduksi PMI Kabupaten Blitar tiap bulannya. Dari angka itu, rata-rata rata sebanyak 15 kantong darah reaktif atau terdeteksi terinfeksi penyakit.(Erliana Riady - detikNews/jko)