Polres Fasilitasi Penyidikan KPK di Kota Malang, Seperti Ini. . .

| More
11 August 2017
kpk-geledah-balai-kota-malang_1120170811_143718.jpg
Polres Malang Kota akan menyediakan tempat bagi penyidik KPK untuk memeriksa sejumlah pihak terkait adanya dugaan korupsi proyek jembatan Kedungkandang.

Polisi juga menyerahkan sepenuhnya kasus proyek jembatan Kedungkandang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Kepala Polisi Resort Malang Kota Kompol Nandu Dyananta mengatakan hal itu karena penyidikan saat ini sudah ditangani KPK.
 

“Polres hanya memantau pengembangan kasus dan memberi fasilitas. Ruangan penyelidikan itu bisa digunakan mulai Senin (14/8/2017),” katanya, Jumat (11/8/2017).

Terkait nama-nama yang akan diperiksa, Nandu belum bisa memberi keterangan karena ia belum mengetahui.

Pemeriksaan nanti juga bersifat tertutup. Keterangan resmi akan disampaikan pihak KPK.

“Sekalipun saya tahu, saya tidak bisa mengatakan karena ini tugas KPK. Nanti rilis resmi dari KPK,” lanjutnya.

Sebelumnya kasus proyek jembatan Kedungkandang itu ditangani Polres Malang Kota.

Namun penangan oleh pihak Polres Malang Kota itu lama tidak ada kabarnya hingga akhirnya KPK mengambil alih kasus.

Seperti diberitakan sebelumnya selama dua hari berturut-turut, KPK menggeledah kantor Balaikota Malang, Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, dan DPRD Kota Malang.

Dari hasil penggeledahan itu, KPK menetapkan ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono , Kepala Dinas DPUPR Jarot Edy.

Penetapan tersangka itu terkait dengan proyek jembatan Kedungkandang.

Informasi di lapangan, telah terjadi perubahan penganggaran dalam perubahan anggaran dan kegiatan APBD Kota Malang tahun 2015.(Penulis: Benni Indo-Surya.co.id/jko)