Fadli Zon: Jangan seperti Menantang Partai Politik Lain dan Umat Islam

| More
10 August 2017
zon.jpg
Ketua Fraksi Nasdem Viktor Laiskodat belum juga menyampaikan permintaan maaf atas kalimat di pidatonya yang membuat berang para politisi dari empat partai. Bahkan Partai Nasdem justru membela kadernya tersebut.

Sikap yang terkesan arogan inipun disayangkan oleh sejumlah elit dari Gerindra dan PAN.
Menurut Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon, pembelaan terhadap Viktor itu telah menunjukkan bahwa Partai NasDem tidak dewasa dalam berpolitik.

"Kalau merasa salah minta maaf dong, jangan lempar batu sembunyi tangan kemudian seperti menantang partai politik lain dan umat Islam. Itu yang saya tangkap dari pidato nya," ketus Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (8/8).
Oleh sebab itu, Fadli mendesak Viktor untuk mengucapkan maaf secara terbuka atas ucapannya.

"Ya harus dong. Dia salah kok, kalau mau salahnya di mana kita bisa berdebat tunjukkan di mana salahnya. Dia menuduh partai politik saja sudah salah. Kemudian dia mengkaji salah satu ajaran Islam juga salah dan dia tidak mengerti ajaran itu. Asal jeplak aja," tandas Fadli.

Sodik Mujahid, Ketua DPP Partai Gerindra, juga menyampaikan kecaman. "Soal Pancasila dan NKRI sudah selesai bagi ormas Islam apalagi untuk Gerindra. Jangan manipulasi opini menjadi terbalik, Viktor Laiskodat bela Pancasila dan yang melawan Viktor anti-Pancasila, ini terbalik. Cara dan apa yang dikatakan Viktor itulah yang tidak Pancasilais," tegas Sodik.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini menjelaskan, umat Islam tidak ada niat untuk membunuh siapa pun.
"Dalam sejarah NKRI, umat Islam tidak pernah melakukan itu, bahkan sering jadi sasaran pembunuhan seperti yang akan dilakukan Viktor. Pernyataan untuk membunuh duluan, mencerminkan hati yang bermusuhan dengan kaum muslim Indonesia," tandas Sodik, seperti diberitakan Indopos (Jawa Pos Group).

Begitupula dengan Partai Amanat Nasional. Menurut Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto, pidato Viktor sudah mengarah kepada fitnah.

"PAN disebut intoleran, pro ekstrimis itu kita gak terima. Karena Ketum PAN Zulkifli yang saat ini menjadi Ketua MPR adalah sosok terdepan dalam memperjuangkan toleransi lewat sosialisasi empat pilar. Sehingga Viktor harus meminta maaf kepada kami," cetusnya.

Menurutnya, jika sudah meminta maaf secara terbuka, maka partainya akan mencabut laporannya di kepolisian.
Sementara itu, Ketua DPP Partai Nasdem Jhonny G Plate merasa kalau keakuratan bukti pelaporan pidato Victor itu tak kuat, baik di kepolisian ataupun ke MKD DPR RI.

Saat disinggung pertanyaan apakah NasDem akan melaporkan balik para pelapor Viktor, Jhonny tak menampiknya. Namun, Jhonny menegaskan kalau saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan kasus tersebut.

Akan tetapi, Jhonny meminta kepada pihak-pihak terkait agar dalam menyelesaikan persoalan tidak melalui jalur hukum. “Ada opsi lain, yakni opsi silaturahmi," tandas Jhonny.(jpnn-ink)