Menristekditi: Kurikulum Politeknik Diubah Dua Tahun Sekali

| More
10 August 2017
ristek.jpg
Kurikulum Politeknik akan diubah tiap dua tahun. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Dunia usaha dan industri selalu berubah. Kalau tidak diikuti perubahan kurikulum, akan sulit bagi lulusan Politeknik bersaing dengan tenaga kerja lokal maupun asing," kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat memberikan kuliah umum di PoliteknikPertanian Pangkep, Rabu (9/8).

Untuk memenuhi kebutuhan pasar terutama industri dan dunia usaha, lanjutnya, Kemristekdikti akan melakukan perubahan kurikulum setiap dua tahun. Di mana struktur pengajarnya 50 persen dosen dan sisanya praktisi (dunia usaha dan industri).

"Selama ini kurikulum yang ada tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan industri. Alhasil lulusan Politeknik suka kebingungan saat berhadapan dengan dunia kerja. Apa yang dipelajari tidak sesuai dengan yang dipelajari. Nah ini yang akan kami ubah," bebernya.

Dia menambahkan, Kemristekdikti tengah merevitalisasi 12 politeknik. Tujuannya memerbaiki kualitas pendidikan vokasi. Selain itu revitalisasi juga bertujuan menyiapkan generasi muda menghadapi serbuan tenaga kerja asing di Indonesia.

"Jumlah pendidikan vokasi di negara maju lebih banyak daripada Indonesia. Hal tersebut berdampak pada banyaknya jumlah mahasiswa pendidikan vokasi dibanding akademik," terangnya.

Nasir berharap, seluruh lulusan pendidikan vokasi bisa bekerja sesuai kompetensi masing-masing. "Jadi lulusan Politeknik tidak hanya berpikir untuk mendapatkan ijazah tapi juga sertifikat kompetensi," pungkasnya.(jpnn-ink)