JEJAK PUTRI SEKARTAJI DI GOA SELOMANGKLENG

| More
26 July 2017
selo.jpg
 Selomangkleng adalah nama yang disematkan untuk sebuah ‘goa’ di kawasan gunung Klothok, Kediri, Jawa Timur. Tidak sebagaimana goa pada umumnya, yang posisinya berada di bawah tanah dan memiliki stalakmit dan stalaktit serta terdapat genangan air atau sungai di bawahnya, Selomangkleng justru lebih mirip bilik yang dibuat dalam sebuah ceruk batu raksasa. Konon, ‘goa’ ini merupakan tempat pertapaan putri Sekartaji setelah ia memutuskan menolak tahta kerajaan Kediri dan memilih ‘mandeg pandito’.

Terdapat dua versi mengenai putri Sekartaji dan motivasinya untuk mengasingkan diri, bertapa di sebuah goa di lereng gunung Klothok itu.

Versi pertama menyatakan bahwa, putri yang elok itu memutuskan menyepi setelah menolak lamaran seorang raja dari negeri seberang. Penolakan sang putri disebabkan raja yang menginginkan dirinya itu memiliki wajah dan perangai buruk. Dalam kisah yang diceritakan kembali melalui dongeng kanak-kanak, raja yang berwajah dan berperangai buruk itu disebut sebagai Butho. Konon, sang putri membuat siasat agar sang pelamar tidak pernah sampai di Kediri.

Sedangkan versi kedua menyatakan bahwa, sang putri memilih jalan sepi karena menganggap bahwa jalan semedi akan lebih membawa kebaikan bagi kerajaan Kediri dibanding jika ia naik tahta.

Kini, kawasan gunung Klothok tidak lagi sepi seperti saat Sekartaji bersemedi di sana. Gunung klothok kini ramai dikunjungi oleh orang-orang Kediri dan sekitarnya. Selain goa Selomangkleng, lereng gungung Klothok kini padat dengan pemukiman yang berdampingan dengan sebuah Universitas (Universitas Kadiri), museum, kolam renang dan kawasan wisata lainnya. (ceritacacakita-ink)