Cegah Kenaikan Harga, Bulog Kediri Percepat Operasi Pasar

| More
18 May 2017
342.jpg
Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional Kediri menggelar operasi pasar hingga dua pekan mendatang. Upaya ini dilakukan untuk mencegah lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan.

Dalam operasi pasar yang dimulai hari ini, Rabu 17 Mei 2017, Bulog menyediakan beberapa komoditas dan kebutuhan pokok yang banyak dikonsumsi masyarakat. Diantaranya adalah beras, gula pasir, minyak goreng dan bawang merah. “Kami ingin mencegah terjadinya lonjakan harga menjelang ramadhan,” kata Kepala Bulog Sub Divre Kediri Rahmad Syahjoni Putra, Rabu 17 Mei 2017.
 
Kebutuhan pokok tersebut dijual lebih rendah dibanding harga pasaran. Beras medium hanya dibanderol Rp 41.500 per kilogram, beras premium Rp 43.000 per kilogram, gula pasir Rp 12.000 per kilogram, minyak goreng RP 11.000 per kilo, dan bawang merah Rp 21.000 per kilogram. Bulog memastikan harga-harga tersebut selisih Rp 2.000 – 3.000 lebih murah dibanding harga pasaran.

Rahmad menambahkan program operasi pasar ini dilakukan serentak di sejumlah pasar tradisional di Kediri dan Nganjuk. Rencananya operasi ini akan digelar selama dua pekan ke depan.

Menurut pantauan, operasi pasar hari pertama di Pasar Bandar Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri siang tadi banyak diserbu masyarakat. Mayoritas warga membeli minyak goreng dan bawang merah yang harganya cenderung meningkat dari hari ke hari. “Untuk bawang putih masih menunggu kiriman dari pelabuhan Perak Surabaya yang diimpor dari China,” kata Rahmad.

Meski belum tersosialisasi dengan maksimal, operasi pasar ini disambut antusias warga di sekitar pasar. Mereka mengaku sangat diuntungkan dengan harga yang ditawarkan Bulog meski pembeliannya tak bisa seenaknya. “Apalagi menjelang puasa biasanya harga cenderung naik,” kata Sumiati, salah satu konsumen operasi pasar di Pasar Bandar.

Selain menyasar ibu rumah tangga, Bulog juga melakukan penstabilan harga telur dan jagung. Sebab sudah hampir menjadi rutinitas jika menjelang ramadhan para tengkulak akan memborong jagung dan menjualnya dengan harga tinggi. Hal ini sangat memukul para peternak yang banyak membutuhkan jagung sebagai pakan.

Jika di pasaran harga jagung saat ini mencapai Rp 4.500 – 5.000 per kilogram, Bulog menjualnya dalam operasi pasar dengan harga Rp 4.000 per kilogram. Sasaran utamanya adalah anggota kelompok tani. (tempo.com-ikj)