Operator Bandara dan Airline Diminta Tingkatkan Volume Kargo Udara Internasional

| More
18 May 2017
hub1.jpg
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta operator bandara, airline dan pelaku industri cargo mengidentifikasi hal-hal yang harus dilakukan agar volume industri kargo udara di Indonesia meningkat.

Hal ini disampaikan Budi usai memberikan sambutan sekaligus membuka acara Air Cargo Summit Indonesia 2017 di Grand Mercure Hotel Jakarta, pada Rabu (17/5).

Secara nasional layanan kargo Indonesia meningkat, namun secara internasional mengalami stagnan.
Menanggapi hal tersebut, Budi menjelaskan penyebab kurang berkembangnya industri kargo di Indonesia.

“Salah satu penyebab kurang berkembangnya industri kargo ini karena masih minimnya pemain di angkutan kargo. Berdasarkan data, ada tiga maskapai yang khusus berbisnis di sektor ini, yakni Myindo, Cardig Air dan TriMG,” kata Budi.

Mantan dirut AP II ini menambahkan, industri kargo berkaitan dengan ekspor-impor. Untuk itu, dia mengimbau operator bandara, operator airline dan pelaku usaha cargo untuk aktif mencari tahu kebutuhan barang-barang di negara tujuan.

“Industri kargo ini harus kita beri perhatian, karena bisa mendatangkan devisa bagi negara. Kalau kita ingin mendapat suatu besaran yang signifikan, kita harus mengekspor barang ke negara-negara tujuan seperti China, Arab, Eropa," kata dia.

"Saya menghimbau operator bandara, operator airline dan pelaku usaha cargo untuk mencari tahu barang-barang yang secara cepat dibutuhkan di sana, dengan begitu volume kargo kita akan naik. Kalau kita tidak melakukan itu, maka kita akan di-drive (dikendalikan) oleh operator lain sebagai pengikut,” pinta Budi.(jpnn-ink)